Dosen IPR Ingatkan Waspada Penipuan Online Jelang Lebaran

Bagikan artikel ini:

Dosen IPR Ingatkan Waspada Penipuan Online Jelang Lebaran

IPR, Jambi — Radio Republik Indonesia melalui program Dialog Jambi Menyapa di RRI Pro 1 Jambi menghadirkan diskusi publik bertema “Waspada Penipuan Online Jelang Lebaran: Belanja Aman, Data Terlindungi” pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Arif Setiadi, M.Kom., dosen dari Institut Teknologi dan Bisnis Pelita Raya, serta Suhartono, AKP (Kanit 1 Subdit V Ditreskrimsus). Dialog dipandu oleh penyiar Yoga Wijanarko.

Dalam dialog tersebut, Arif Setiadi menjelaskan bahwa menjelang Hari Raya Idulfitri biasanya terjadi peningkatan aktivitas transaksi digital, baik melalui marketplace, media sosial, maupun aplikasi pesan instan. Kondisi ini kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melakukan berbagai modus penipuan online, mulai dari toko palsu, tautan phishing, hingga pencurian data pribadi.

Menurut Arif, masyarakat perlu meningkatkan literasi digital agar dapat mengenali ciri-ciri penipuan di internet. Ia menekankan pentingnya memeriksa kredibilitas penjual, tidak mudah tergiur harga yang terlalu murah, serta menghindari transaksi di luar platform resmi. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak sembarangan membagikan data pribadi seperti kode OTP, nomor kartu identitas, maupun informasi perbankan kepada pihak yang tidak dikenal.

Sementara itu, AKP Suhartono dari Ditreskrimsus menjelaskan bahwa kepolisian terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber. Ia mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada aparat penegak hukum apabila menjadi korban atau menemukan indikasi penipuan online.

Diskusi yang berlangsung interaktif ini juga membuka sesi tanya jawab dari pendengar yang mengikuti siaran secara langsung. Berbagai pertanyaan seputar keamanan transaksi digital, perlindungan data pribadi, hingga cara melaporkan penipuan online dibahas secara komprehensif oleh para narasumber.

Melalui dialog ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya keamanan digital, khususnya menjelang meningkatnya aktivitas belanja online saat mendekati Lebaran. Edukasi publik seperti ini dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan siber serta mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih aman dan terpercaya.

Galeri

Kategori

Scroll to Top